jasa pembuatan website

Cara buat blog

10 Hal Yang Baik Ternyata Berakibat Buruk Untuk Hubungan Anda

Ditulis Oleh : Ryory Tenryu Kazuya 0 komentar
Pada hari Kamis, 14 Agustus 2014 Jam : 10.38 Wita Label: ,
Motivasi Untuk Kehidupan, 10 Hal Yang Baik Menurut Anda Ternyata Berakibat Buruk Untuk Hubungan Anda, Alih-alih menghindari hal-hal ini, kamu dan pasanganmu justru menganggapnya baik untuk dilakukan.

Padahal, hal-hal itu hanya akan jadi racun dalam hubunganmu. Bukannya langgeng dan bahagia, kisah cintamu justru bisa berantakan dan berakhir tragis. 

10 Hal Yang Baik Ternyata Berakibat Buruk Untuk Hubungan Anda

1. Over-Protective Dan Cemburuan = Cinta Banget
Sebagian orang masih berpikir bahwa sikap over-protective dan cemburuan itu bumbunya sebuah hubungan. Hal itu berarti bahwa pasanganmu sangat peduli dan cinta banget sama kamu. Dia hanya nggak bisa mengendalikan perasaannya yang berlebih sama kamu. Cinta membuat dia bersikap nggak rasional dan itu “bisa dimaklumi”. Sikap yang ditunjukkannya semata-mata “hanya ingin melindungi kamu”.

Padahal, sikap dan pemikiran yang nggak rasional itu nggak bisa diartikan sebagai cinta yang tulus. Setiap orang seharusnya bisa mengontrol dirinya sendiri, apapun kondisinya. Jika salah satu mulai bersikap membatasi dan cemburu secara berlebihan, bisa dipastikan kalau alasannya bukan cinta.

2. Lebih Baik Mengalah Daripada Berdebat
Ketika kamu dan pasangan terlibat dalam sebuah perdebatan, ada kalanya kamu merasa mengalah itu lebih baik. Kamu nggak mau berada dalam situasi yang nggak menyenangkan. Selain itu, kamu juga nggak mau melihat pasanganmu sedih atau marah. Kamu berpikir bahwa dengan mengalah berarti kamu sudah bersikap dewasa.

Tapi tunggu! Sikap seperti itu ternyata nggak sepenuhnya benar, guys! Mengalah memang terlihat seperti sebuah solusi, tapi hal itu justru memperburuk keadaan. Ketika kamu atau pasanganmu terpaksa mengalah, berarti ada masalah atau perdebatan yang nggak terselesaikan.

Pasanganmu mungkin juga akan menyadari bahwa kamu sengaja mengalah untuk menenangkannya. Ironisnya, sikap seperti ini nggak akan membuatnya senang. Akan lebih baik jika kalian bisa sama-sama introspeksi. Berdebat juga bisa jadi cara kalian untuk saling mengerti dan lebih mengenal satu sama lain.

3. Menjadikan Pacarmu Lebih Penting Daripada Dirimu Sendiri
Kamu mungkin ingin menunjukan dan membuktikan betapa besar perasaan sayang dan cinta yang kamu punya untuk pasanganmu. Menurutmu, peduli pada kebutuhannya lebih dari kebutuhanmu sendiri adalah hal wajar.

Sikap seperti ini mungkin bisa bertahan dalam hitungan satu atau dua bulan. Tapi, mengabaikan dirimu demi orang lain (baca: pacar) dalam jangka waktu lama hanya akan membuatmu frustasi. Pengorbanan manusia itu terbatas. Sementara, sayang dan cintamu nggak harus selalu dibuktikan dengan pengorbanan.

4. Kode-Kodean Biar Pacarmu Lebih PekaKamu menganggap kalau kode-kodean itu nggak apa-apa. Kamu pengen supaya pasanganmu bisa mengerti apa yang kamu inginkan tanpa kamu perlu bilang. Menurutmu, itu bisa menuntutnya untuk lebih peka dan semakin dekat dengan kamu.

Sayangnya, apa yang menurutmu penting belum tentu dipandang sama oleh pasanganmu. Kepekaan seseorang juga nggak bisa dipaksakan. Kamu dan pacarmu jelas punya kehidupan masing-masing dan pengalaman hidup kalian juga berbeda. Sangat sulit memahami satu sama lain tanpa pernyataan yang jelas, apalagi sekedar kode-kodean. Akan lebih dewasa kalau kamu bisa menjelaskan maksud dan keinginanmu secara jelas, bukannya memaksa pasanganmu buat menebak-nebak.

5. Sering Berantem = Saling Mencintai
Yakin deh yang satu ini mitos percintaan yang masih dipercaya banyak orang. Bahkan, cerita tentang pasangan yang hobi berantem tapi saling mencintai ini juga masih sering muncul dalam film atau buku-buku bacaan sampai sekarang. Katanya, emosi dan pertengkaran itu wujud dari rasa cinta yang berlebih.

Sesekali berantem emang nggak masalah, tapi bukan berarti terus-menerus. Bahkan, kamu mungkin nggak pernah akur sama pacarmu saking seringnya berantem tiap ketemu. Nah lho, buat apa pacaran kalau gitu? Ketika sudah terbiasa dalam kondisi ini, kamu akan menganggap bahwa setiap pertengkaran adalah hal yang biasa. Tanpa sadar kamu pun sudah berada dalam hubungan yang saling menyakiti.

6. Nggak Mau Menyelesaikan Masalah Sementara Bilang ‘Aku Nggak Apa-Apa Kok…’
Merasa nggak nyaman kalau harus berada dalam situasi tegang dengan pasanganmu, kamu pun memilih bersikap pasif ketika ada hal-hal yang sebenarnya membuatmu marah atau kesal. Kamu hanya berharap dalam hati agar pasanganmu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah lalu dengan sukarela minta maaf.

Memendam masalah justru jauh lebih berbahaya daripada masalah itu sendiri. Semakin lama kamu memendam, maka akan semakin menyakiti dirimu sendiri. Kamu dan pasanganmu pun nggak akan merasa nyaman untuk menjalani hubungan pacaran.

Nah, daripada semakin membuatmu stres, sebaiknya beranikan diri untuk membuka ruang diskusi. Ajak pasanganmu buat bicara dari hati ke hati. Sampaikan tentang semua yang membuat hatimu kesal. Yang pasti, butuh sikap dewasa untuk bisa menyelesaikan masalah tanpa pertengkaran.

7. Mengungkit Kesalahan Pasangan Demi Membela Diri
Ketika membuat kesalahan, kamu pun menenangkan diri dengan cara mengingat-ingat kesalahan pasanganmu. Jika kesalahan pasanganmu sebelumnya ternyata lebih banyak, kamu pun merasa aman karena dia nggak berhak marah sama kamu

Mengungkit-ungkit kesalahan pasanganmu jelas bukan sikap yang dewasa. Dengan bersikap seperti itu juga nggak akan menghapus kesalahan yang sudah kamu lakukan. Bayangkan, sudah berbuat salah masih ditambah bersikap kenanak-kanakan dengan mengungkit-ungkit masa lalu. Hmm…capek deh!

8. Hobi Banget Kasih ‘Peringatan’ Ke Pacar
Sebuah ultimatum atau peringatan akan menjadi pengingat bagi seseorang untuk nggak melakukan kesalahan. Bisa juga sebagai pengingat bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

Tapi, sibuk mengingatkan pasanganmu tentang hal-hal yang nggak kamu sukai justru membuatmu dan pasangamu lelah. Secara nggak langsung kamu sedang menekan atau mengancam pasanganmu secara emosional. Misal: “jangan coba-coba selingkuh kalau kamu masih mau pacaran sama aku!”. Ya elah, siapa juga yang punya niat selingkuh…

9. Minta Maaf = Memberi Hadiah
Kamu bisa jadi tidak bermaksud membeli kata ‘maaf’ dari pasanganmu, tapi lebih pada wujud perhatian dan penyesalanmu. Kamu berharap bahwa keadaan akan kembali normal dan baik-baik saja ketika kamu memberinya bunga, cincin emas, atau tiket liburan ke Bali.

Namun, ketika pasanganmu marah atau sedih karena kesalahanmu, memberikan hadiah nggak akan jadi obat. Mungkin mood-nya bisa membaik. Tapi, dia nggak butuh itu. Dia pengen kamu menyelesaikan masalah dan menyadari kesalahanmu.

10. Bohong Demi Kebaikan?
Saking cintanya, kamu nggak mau pacarmu sakit hati. Itulah alasan kenapa kamu memilih nggak mengatakan yang sebenarnya alias bohong. Kamu merasa sedang berbohong demi kebaikan. Misal, kamu nggak berani bilang kalau baju yang dipakai pacarmu itu nggak cocok atau berlebihan. Kamu justru bilang “hmm…kalau kamu yang pakai, apa aja keliatan bagus kok.”

Padahal, kamu tetep bisa bersikap baik dan menghargai pasanganmu walaupun harus mengkritik atau menyampaikan ketidaksukaanmu. Pacarmu pasti juga bisa bersikap dewasa dengan membedakan ungkapan yang menghina atau yang sekedar jujur.

Jadi, sebaiknya hindari melakukan 10 hal di atas mulai sekarang ya! Lebih baik mencegah lho daripada hubunganmu terlanjur berantakan dan kamu harus kehilangan kekasih tersayang.
Jangan lupa jempolnya ..... 10 Hal Yang Baik Ternyata Berakibat Buruk Untuk Hubungan Anda
Berlanggan GRATIS dan Artikel menarik lainnya
Dengan berlangganan artikel, anda akan menerima kiriman artikel GRATIS ke email anda
setiap ada artikel baru
yang diterbitkan di blog ini.
Masukkan email anda
lalu klik tombol daftar.
Selanjutnya buka email anda
lalu klik link konfirmasi
yang ada di dalam email.
Komentar Facebookers
 
Artikel Menarik Lainnya

Catatan

Motivasi

Cerita